Selasa, 15 Januari 2013

CINTA YANG BELUM HALAL

Fitnah itu bernama "CINTA YANG BELUM HALAL"

Bismillaah

Saudariku,,,
Fitnah itu bernama cinta
Bukan bermaksud menyalahkan perasaan, tapi hanya menyalahkan cara yang salah

Saudariku...
Lihatlah siapa yang kamu banggakan ?
Laki - laki asing yang kamu sebut calon suamimu ?

Dia baik, dia kaya, dia mapan, dia shalih
Lalu kamu ceritakan apa yang membuatmu bangga akannya

Sadarlah ...
Apa nya yang membuatmu bangga?

Kamu hanya membanggakan sesuatu yang bukan milikmu

Yang sama sekali kamu sendiri tak bisa jamin bahwa dialah jodoh yang diberikanNya

Saudariku
Lihatlah islam memuliakanmu
Perintah nadzor (melihat calon istri) pun selayaknya dilakukan di depan mahrom mu

Kenapa ?
Supaya kamu tidak dipermainkan oleh laki-laki asing yang iseng

Supaya kamu tau bahwa laki-laki yang mengunjungimu benar-benar serius

Bukan, bukan dengan cara backstreet

Bukan dengan bertemu di belakang berduaan saja

Percayalah, kalo ini terjadi, kamu akan dengan mudah (sekedar) dilihat lalu dicampakan

Saudariku
Kamu tertawa dan bahagia dengan sms "cinta" darinya?
Untuk apa ?

Sama sekali itu bukan hal yang patut diacungi jempol

Apa karena kamu kira dia calon suamimu ?

Sekali kali kamu tak pernah tau apakah benar dia yang akan mendampingimu kelak

Untuk apa mengotori hatimu untuk hal yang fatamorgana?

Tak ada yang patut dibanggakan dari kalimat "perhatian" laki-laki asing !

Selayaknya kamu bersedih, malu dan menangis

Karena bisa jadi kamu terfitnah,
Atau malah kamu yang membuat fitnah

Saudariku,,,
Kamu bilang kamu tak akan terfitnah?

Kamu bilang kamu bisa menjaga hati sampai menikah kelak?

Sudah, cukup !
Jangan bohongi hatimu sendiri
Siapa? siapa yang bisa menjamin?

Jangan sampai menunggumu patah hati

Lalu kamu baru sadar dari kesalahan

Saudariku,,,
Kamu takut kalau kamu nggak nanggepin obrolan iseng dia, maka kamu dicampakan?

Kamu takut kalau kamu nggak nanggepin sms "aneh" dia, maka dia meninggalkanmu?

Tidak kah kamu lebih takut akan murkaNya?

Melakukan hal hal yang dilarangNya dengan suka cita dan sepenuh hati?

Ingatlah duhai saudariku fillah
Laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik
Itu janji Allah,
dan Dia tidak akan pernah ingkar janji, jika kamu bertawakkal

Saudariku,,,
Lihatlah bagaimana kamu memanggilnya mesra demikian juga sebaliknya
Ummi , abi
Ade , mas
"ummi lagi apa? , udah solat belum?"
"ade udah makan belum? ade ayo tarawih bareng"

Sakit, sakit hatiku mendengarnya
Betapa aku sangat mencintaimu ukhty
Ini yang ingin aku sampaikan agar kamu tidak terlena

Saudariku...
Bahkan 1 detik menjelang akad nikah, dia bukan siapa-siapamu
Dia hanya laki-laki asing yang tidak selayaknya menerima"puja dan puji" darimu

Aku dan kamu serta semua orang
Tak ada yang sanggup bersumpah bahwa dialah yang PASTI akan jadi suamimu

Tak ada yang bisa menebak rahasia-Nya

Tak akan ada ...

Sabtu, 12 Januari 2013

Langkah Kita

 Langkah Kita

Ada orang melangkah kerana rindukan Tuhan.
Ada orang melangkah kerana rindukan keadilan.
Ada orang melangkah kerana rindukan kemaksiatan.

Kaki tidak akan melangkah tanpa iman yang mendorong.
Kaki tidak akan melangkah tanpa akal yang memikirkan.
Kaki tidak akan melangkah tanpa nafsu yang merangsang.

Kaki mampu melangkah ke kubur orang lain.
Namun tidak ke kubur sendiri.


Jumat, 11 Januari 2013

KESADARANKU



KESADARANKU

Bismillah


Aku sedih karena dosa ini tak kunjung rapuh, yang
masih teringat jelas di benakku.

Tiada hari yang ku lalui kecuali dengan do'a di setiap
sembah sujudku.

Hatiku menangis di setiap mendengar suara adzan
karena aku teringat akan dulu aku di lahirkan secara fitrah yang sekarang ternodai dengan berjalannya
waktu yang kulalui.

Aku menyadari kurangnnya imanku padamu ya rabb,
sehingga engkau murka dengan memperingatiku akan
seperti ini.

Namun aku yakin ya rabb engkau maha pengasih, maha penyayang.
Selagi engkau masih mengasih harapan untuk pintu
maaf ku izinkan aku selalu berada di jalanmu untuk
mendapatkan rahmatmu.

Berikanlah hamba sepercik kesabaran dan ketabahan
karena hamba akan kelola kesabaran itu untuk tumbuh menjadi hasil, untuk mendapatkan ridho dan ikhlas
menerima akan takdirmu kini...

#Hatiberbicara

Kamis, 10 Januari 2013

Kematian Yang Sangat Indah..


Kematian Yang Sangat Indah

Menjelang wafat, beliau mengulang-ulang ucapan:

(الحمد لله الذي أفنى حياتنا في كتابه)
(Alhamdulillaahilladzi afnaa hayaatanaa fii kitabih)
Artinya;
“Segala puji bagi Allah yang telah menghabiskan hidup kami untuk (berkhidmah terhadap) kitabNya (Al Qur’an)”.

Beliau wafat setelah Maghrib hari Jum’at 16 Sya’ban 1430.
Beliau adalah termasuk ulama besar dalam ilmu qira’at di Damaskus Suriah.
Beliau wafat dalam usia sekitar seratus tahun.
Para pelayat yang menyaksikan jenazahnya mengatakan bahwa ada nur (cahaya) yang memancar dari wajahnya.

SUBHAANALLOOH.. SUNGGUH KEMATIAN YANG SANGAT INDAH..
YAA ALLOOH WAFATKAN KAMI DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH..

Berikut ini adalah suara beliau ketika membaca surat Al Waqi’ah.. Selamat Menikmati.

http://www.kajianislam.net/2012/06/kematian-yang-sangat-indah/

10 Kiat Menjadi Suami Yang Baik


 10 Kiat Menjadi Suami Yang Baik

1. Mempergauli istri dengan cara yang ma’ruf (baik) Allah berfirman, artinya, “Dan bergaullah dengan mereka(para istri) dengan baik.” (QS. an-Nisa’: 19).
Ibnu Katsir berkata, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagaimana kalian suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir).

2. Memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal yang baik
Allah berfirman, artinya, “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf.” (QS. al-Baqarah: 233).
Dalam firman-Nya yang lain, artinya, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. ath-Thalaq: 7).
Rasulullah shallallohu ‘laihi wasallam bersabda, ketika haji wada’,

 فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ إلي أن قال وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. (sampai perkataan beliau) Kewajiban kalian kepada istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.” (HR. Muslim no. 1218).

Ibnu Katsir berkata, “Bapak dari si anak punya kewajiban memberi nafkah pada ibu si anak, termasuk pula dalam hal pakaian dengan cara yang ma’ruf (baik). Yang dimaksud dengan cara yang ma’ruf adalah dengan memperhatikan kebiasaan masyarakat tanpa berlebih-lebihan dan tidak pula pelit. Hendaklah ia memberi nafkah sesuai kemampuannya dan yang mudah untuknya, serta bersikap pertengahan dan hemat.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir).

3. Mengajari istri ilmu agama
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (Qs. at-Tahrim: 6).
‘Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah mengatakan, “Ajarilah adab dan agama kepada mereka.”
Ibnu ‘Abbas berkata, “Lakukanlah ketaatan kepada Allah dan hati-hatilah dengan maksiat. Perintahkanlah keluargamu untuk mengingat Allah (berdzikir), niscaya Allah akan menyelamatkan kalian dari jilatan neraka.”
Mujahid berkata,“Bertakwalah kepada Allah dan nasihatilah keluargamu untuk bertakwa kepada-Nya.”
Adh-Dhahak dan Maqatil berkata,“Kewajiban bagi seorang muslim adalah mengajari keluarganya, termasuk kerabat, budak laki-laki atau perempuannya perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir).
Mungkin Anda bertanya, “Bagaimana jika kita tidak bisa mendidik istri, karena kita sendiri kurang dalam hal agama?”
Jawab, hendaklah Anda memperbaiki diri. Berusaha untuk mempelajari Islam lebih dalam sehingga Anda bisa memperingatkan dan mendidik istri. Jika tidak bisa, hendaklah mengajaknya datang ke majelis ilmu sebagaimana Anda pun demikian. Atau, cara lain yang dapat meningkatkan keberagamaan Anda dan istri lebih baik dari sebelumnya.

4. Meluangkan waktu untuk bercanda dengan istri tercinta
Inilah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sebagaimana yang diceritakan oleh istri beliau, ‘Aisyah, Ia pernah bersama Nabi dalam safar(bepergian). ‘Aisyah lantas berlomba lari bersama beliau. ‘Aisyah berkata,
فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ

Akupun mengalahkan beliau. Tatkala aku sudah bertambah gemuk, aku berlomba lari lagi bersama Rasul, namun kala itu beliau mengalahkanku. Lantas beliau bersabda, “Ini balasan untuk kekalahanku dahulu.” (HR. Abu Daud no. 2578).

5. Mengajak istri dan anak untuk rajin beribadah
Allah berfirman, artinya, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” ( QS. Thaha : 132).
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Dan pukullah mereka jika telah berumur 10 tahun.” (HR. Abu Daud, no. 495).
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya…” (HR. Abu Daud, no. 1450).

6. Melihat sisi positif istri Anda
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika sang suami tidak menyukai suatu akhlak pada sang istri, maka hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhai.” (HR. Muslim, no. 1469).

7. Jangan memukul wajah istri dan jangan pula menjelek-jelekkannya
Mu’awiyah al Qusyairi, pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah bersabda,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ -أَوِ اكْتَسَبْتَ- وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan jangan engkau memukul wajah, dan jangan pula menjelek-jelekkannya serta jangan pula mendiamkannya(dalam rangka nasihat) selain di rumah.” (HR. Abu Daud, no. 2142).

8. Jangan meng-hajr (pisah ranjang dalam rangka mendidik) selain di dalam rumah
Allah berfirman, artinya, “Dan hajr-lah (pisahkanlah mereka) di tempat tidur mereka.”(Qs. an-Nisa: 34).
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di mengatakan bahwa maknanya adalah tidak satu ranjang dengannya dan tidak berhubungan intim dengan istri sampai ia sadar dari kesalahannya (Taisir al-Karimir Rahman, ibn Sa’di).

9. Membenahi Kesalahan Istri dengan Baik

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خيرا فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena sesungguhnya dia diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas, jika kamu berusaha untuk meluruskannya, niscaya akan patah, jika kamu membiarkannya, niscaya tetap bengkok, maka berwasiatlah terhadap wanita dengan kebaikan.” (HR. Muslim, no.3720).

10. Memberikan nafkah batin
Inilah salah satu pelajaran dari hadits Abu Darda’ berikut ini.
Nabi mempersaudarakan Salman dan Abu Darda’. Suatu saat Salman mengunjungi –saudaranya- Abu Darda’. Ketika itu Salman melihat Ummu Darda’, dalam keadaan tidak gembira. Salman pun berkata kepada Ummu Darda’, “Kenapa keadaanmu seperti ini?” “Saudaramu, Abu Darda’, seakan-akan ia tidak lagi mempedulikan dunia”, jawab wanita tersebut. Ketika Abu Darda` tiba, dia membuatkan makanan untuk Salman lalu berkata, “Makanlah karena aku sedang berpuasa.” Salman menjawab, “Saya tidak akan makan hingga kamu ikut makan.” Akhirnya Abu Darda’ pun makan.
Ketika tiba waktu malam, Abu Darda’ beranjak untuk melaksanakan shalat namun Salman berkata kepadanya, ‘Tidurlah.’ Abu Darda` pun tidur, tidak berapa lama kemudian dia beranjak untuk mengerjakan shalat, namun Salman tetap berkata, ‘Tidurlah.’ Akhirnya dia tidur. Ketika di akhir malam, Salman berkata kepadanya, ‘Sekarang bangunlah,’ Abu Juhaifah berkata, ‘Keduanya pun bangun dan melaksanakan shalat, setelah itu Salman berkata, ‘Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak, dan badanmu memiliki hak, istrimu memiliki hak atas dirimu, maka berikanlah hak setiap yang memiliki hak.’” Selang beberapa saat Nabi datang, lalu hal itu diberitahukan kepada beliau, Nabi bersabda, “Salman benar.” (HR. al-Bukhari, no. 968).

Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang suami wajib menyetubuhi istrinya sesuai dengan kemampuan suami dan kecukupan istri.
Akhirnya, semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk mengamalkan segala hal yang dicintai dan diridhai-Nya. Amien. Allahu a’lam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya


http://www.kajianislam.net/2012/11/10-kiat-menjadi-suami-yang-baik/

Rabu, 09 Januari 2013

Ibu, mengapa Ibu menangis ?



Ibu, mengapa Ibu menangis ?

Bismillah

tiba-tiba seorang anak bertanya kepada Ibunya, " Ibu, mengapa Ibu menangis ? "

Ibunya pun menjawab, " sebab Ibu adalah seorang wanita nak. " anak itupun tidak terlalu mengerti. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. " nak, kamu memang tidak akan pernah mengerti..."

kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. " ayah, mengapa Ibu menangis ? sepertinya Ibu menangis tanpa sebab yang aku mengerti ? "

sang ayah pun menjawab, " semua wanita memang menangis tanpa ada alasan. " hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh ayahnya.

lalu waktu berjalan dan anak itu sudah tumbuh menjadi remaja dan terus bertanya-tanya mengapa wanita menangis.

pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. " ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis ? "

dalam mimpinya Tuhan menjawab :

" saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. kuciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, termasuk membuat nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. "

kalimat itupun berlanjut...

" kuberikan wanita kekuatan untuk melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya. walau sering kali pula ia kerap berulang kali menerima cercaan dari anaknya. "

" pada wanita kuberikan kesabaran. untuk merawat keluarganya walaupun letih, walau sakit, lelah, semua tanpa keluh kesah. "

" kuberikan wanita keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, dimana semua orang sudah putus asa. "

" kuberikan pula wanita perasaan peka dan kasih sayang. untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun. walau tak jarang juga anak-anaknya itu melukai perasaannya, juga melukai hatinya. "

" perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. "

" kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. sebab, bukankah tulang rusuknya yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak ? "

" kuberikan padanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan penyadaran dan pengertian, bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai hati istrinya. walau sering kali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. "

" dan akhirnya, kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. inilah yang khusus kuberikan kepada wanita agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan. "

ketika anak itu terbangun dari mimpinya matanya telah berurai. anak itu teringat semua kebaikan Ibunya dan ia belum mengucapkan terima kasih secara sungguh-sungguh kepadanya.

sudahkah kita melakukannya ?



 http://adnan-kisahkasihibu.blogspot.com/2012/06/ibu-mengapa-ibu-menangis.html

Selasa, 08 Januari 2013

Dunia dan Kertas

Dunia dan Kertas

Bismillah

Kehidupan manusia diawali dengan di keluarkannya kertas akte kelahiran..
Kertas tanda imunisasi..
Kertas ijazah kelulusan..
Kertas alumni dan bermacam-macam kertas..
Kertas surat nikah..
Kertas paspor..
Kertas sertifikat rumah..
Kertas surat kelakuan baik..
Kertas surat berobat..
Kertas undangan berbagai macam acara….

Intinya, di dunia ini penuh kertas..
Berapa banyak orang yang dibuat bahagia atau bersedih hanya karena kertas?!..
Tapi, ada satu kertas yang pasti dimiliki semua orang walau saat ini ia belum melihatnya.. Yaitu.. SURAT KEMATIAN!?
Kita harus memperbanyak persiapan amal kebaikan untuk kertas yang terpenting ini..
Ya Allah, kami mohon HUSNUL KHOTIMAH, penutup umur yang baik..

Sumber http://www.kajianislam.net

Berbaktilah Kepada Kedua Orang Tuamu

 

Berbaktilah Kepada Kedua Orang Tuamu 

Bismillah


Seorang lelaki yang hidup serumah dengan ibunya menikah dengan seorang perempuan..
Isterinya menolak jika tinggal serumah dengan ibu mertuanya..

Akhirnya sang anak dengan tega menitipkan ibunya di panti jompo..

Tiga tahun berlalu tanpa pernah menjenguk ibunya di panti jompo..

Kemudian sang ibu menulis surat untuk anaknya, lalu dititipkan kepada perawat yang merawatnya dengan wasiat agar surat itu tidak diberikan kepada anaknya kecuali setelah sang ibu meninggal dunia..

Ketika sang anak mengambil jasad ibunya untuk dikuburkan, perawat memberikan surat tersebut kepada sang anak..
Diantara isinya…

“Wahai putera kesayanganku.. Wahai jantung hatiku.. Bayanganmu selalu ada di mataku.. Tiga tahun ibu selalu menangis merindukanmu.. Kenapa kamu tidak pernah menjengukku puteraku?.. Ibu selalu teringat masa-masa indah bersamamu semenjak kecilmu sampai pernikahanmu.. Disini ibu sulit memejamkan mata karena kerinduan untuk berada disampingmu.. Ibu sakit seorang diri tanpa ada yang peduli.. Ibu ingin memandangmu setiap hari putera terkasihku.. Ibu berterima kasih atas kebaikanmu selama ini dan ibu maafkan semua kesalahanmu.. Ibu tulis surat ini dengan linangan air mata.. Hanya satu pinta ibu, jika ibu mati jangan pelit untuk berdoa dan memintakan ampunan untuk ibu.. Selamat jalan anakku.. Ibumu yang selalu merindukanmu”.

Sumber http://www.kajianislam.net