Selasa, 08 Januari 2013

Dunia dan Kertas

Dunia dan Kertas

Bismillah

Kehidupan manusia diawali dengan di keluarkannya kertas akte kelahiran..
Kertas tanda imunisasi..
Kertas ijazah kelulusan..
Kertas alumni dan bermacam-macam kertas..
Kertas surat nikah..
Kertas paspor..
Kertas sertifikat rumah..
Kertas surat kelakuan baik..
Kertas surat berobat..
Kertas undangan berbagai macam acara….

Intinya, di dunia ini penuh kertas..
Berapa banyak orang yang dibuat bahagia atau bersedih hanya karena kertas?!..
Tapi, ada satu kertas yang pasti dimiliki semua orang walau saat ini ia belum melihatnya.. Yaitu.. SURAT KEMATIAN!?
Kita harus memperbanyak persiapan amal kebaikan untuk kertas yang terpenting ini..
Ya Allah, kami mohon HUSNUL KHOTIMAH, penutup umur yang baik..

Sumber http://www.kajianislam.net

Berbaktilah Kepada Kedua Orang Tuamu

 

Berbaktilah Kepada Kedua Orang Tuamu 

Bismillah


Seorang lelaki yang hidup serumah dengan ibunya menikah dengan seorang perempuan..
Isterinya menolak jika tinggal serumah dengan ibu mertuanya..

Akhirnya sang anak dengan tega menitipkan ibunya di panti jompo..

Tiga tahun berlalu tanpa pernah menjenguk ibunya di panti jompo..

Kemudian sang ibu menulis surat untuk anaknya, lalu dititipkan kepada perawat yang merawatnya dengan wasiat agar surat itu tidak diberikan kepada anaknya kecuali setelah sang ibu meninggal dunia..

Ketika sang anak mengambil jasad ibunya untuk dikuburkan, perawat memberikan surat tersebut kepada sang anak..
Diantara isinya…

“Wahai putera kesayanganku.. Wahai jantung hatiku.. Bayanganmu selalu ada di mataku.. Tiga tahun ibu selalu menangis merindukanmu.. Kenapa kamu tidak pernah menjengukku puteraku?.. Ibu selalu teringat masa-masa indah bersamamu semenjak kecilmu sampai pernikahanmu.. Disini ibu sulit memejamkan mata karena kerinduan untuk berada disampingmu.. Ibu sakit seorang diri tanpa ada yang peduli.. Ibu ingin memandangmu setiap hari putera terkasihku.. Ibu berterima kasih atas kebaikanmu selama ini dan ibu maafkan semua kesalahanmu.. Ibu tulis surat ini dengan linangan air mata.. Hanya satu pinta ibu, jika ibu mati jangan pelit untuk berdoa dan memintakan ampunan untuk ibu.. Selamat jalan anakku.. Ibumu yang selalu merindukanmu”.

Sumber http://www.kajianislam.net

44 Persen Pelajar Setuju Pacaran Disertai Hubungan Seks



44 Persen Pelajar Setuju Pacaran Disertai Hubungan Seks

Bismillah

Sebanyak 44 % pelajar Surabaya berpandangan bahwa berpacaran itu boleh melakukan hubungan intim dengan pacarnya.
Demikian salah satu penelitan yang juga menjadi catatan penting perkembangan remaja di Kota Surabaya selama tahun 2011. Catatan mengagetkan ini merupakan salah satu hasil penelitian dari lembega pemerhati pendidikan dan remaja,
HotLine Pendidikan didukung oleh Yayasan Embun Surabaya ( YES ), Telpon Sahabat Anak ( Tesa ) 129 Jatim dan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jatim selama tahun 2012. Dalam penelitian ini, Hotline Pendidikan menyebarkan questioner sebanyak 600 eksemplar dengan 32 item yang berisi pertanyaan – pertanyaan seputar pandangan dan sikap serta apa yang dilakukan pelajar semasa mereka berpacaran. Dari 600 eksemplar questioner yang disebarkan, yang kembali sebanyak 200 eksemplar untuk pelajar putra dan 250 untuk pelajar putri.
Dari hasil perhitungan diperoleh gambaran bahwa mayotitas remaja (rata-rata di bawah usia 18 tahun) setuju jika pacaran disertai hubungan intim. Bahkan sebanyak 16 % sudah melakukannya. Tempat-tempat yang digunakan berparan dan hubungan seksual di antaranya;
Mall (49 %),
Gedung Bioskop dan kafe serta tempat hiburan yang tertutup (27 %) ,
rumah (24 %),
di sekolah (16 %).
 “Bila aktifitas seksual itu dilakukan di sekolah, aktifitas yang dilakukan adalah ciuman, saling merabah bagian tubuh lawan jenisnya .
Aktifitas itu dilakukan dikelas pada saat jam kosong sebanyak 22 % pelajar memilihnya dan 13 % dilakukan di kantin atau ditempat – tempat sepi dilingkungan sekolah, seperti kamar mandi,” ujar Isa Ansori dari Hotline Pendidikan kepada hidayatullah.com Yang tidak kalah mengagetkan, aktifitas seksual seperti ini biasanya terjadi di momen-moment tertentu misalnya lebaran, menjelang pergantian malam Tahun Baru, peringatan Valentine’s Day, perayaan kelulusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, pasca puasa Ramadhan atau Hari Raya. Menurut Hotline, riset juga menemukan, sumber informasi yang banyak menjadi rujukan para pelajar untuk melakukan aktifitas seksual adalah TV (57 %), teman (53 %), HP dan internet (28 %), radio (sebanyak 23 %), media cetak (22 %.).* [Hidayatullah]

Sumber  kajianislam.net

Minggu, 06 Januari 2013

Bicara Hati Seorang Wanita



Bicara Hati Seorang Wanita

Bismillah
Aku wanita, ditakdirkan Ilahi untuk singgah di duniaNya yang sementara ini.
Perjalanan hidupku amatlah berliku, namun aku tetap bersyukur ker hadratNya, aku masih mampu menikmati setiap helaan nafas yang menerjah paru-paruku ini.

Aku insan lemah yang selalu melakukan kesilapan. Aku juga seperti wanita lain, punyai keinginan hati yang ingin dipuaskan.

Tetapi aku tidak mahu hanyut dalam lautan ombak nafsu yang mengganas. Akan ku berenang melawan keganasan ombak hingga ku sampai ke syurga.

Aku mengerti mengapa wanita gemar mempamerkan sebahagian besar tubuh mereka. .
Bangga menguasai diri apabila dapat mempamerkan hiasan diri persis model, menggoda.

Aku mengerti perasaan sedemikian. Pakaian ketat dipilih. Bentuk badan yang cantik haruslah ditonjolkan.Aku mengerti.

Tetapi hari ini, aku melihatnya dari perspektif berbeza. Aku tidak mahu tubuhku menjadi ratahan mata-mata lelaki yang ganas. Aku seseolah sengaja membiarkan diri didekati lelaki-lelaki yang rendah nilainya. Rendah nilainya bukan sahaja dari aspek maruah, malah juga rendah nilai hatinya.

Hari ini dia mengenaliku dan menyentuhku, keesokan harinya dia tinggalkan aku.
Dia sekadar mendekati aku kerana ingin memuaskan nafsunya, bukan untuk dia sematkan aku di hatinya. Ya, dia mendekati aku berlandaskan nafsu.

Andai aku memakai pakaian yang menutup auratku, pasti lelaki yang mendatangiku, lelaki yang boleh mencintai aku bukan disebabkan kecantikan tubuh badanku, bukan juga kejelitaanku tetapi apa yang ada di hatiku. Itulah cinta sejati buatku.

Dia mencintai hatiku. Pasti dia dapat menemaniku sehingga hujung hayatku, menjagaku saat aku sakit dan melindungi aku sebagai isteri. Andai aku menjaga tingkah laku, pemakaian dan akhlakku, pasti lelaki yang mendekatiku adalah lelaki yang menghormatiku, baik akhlaknya dan bukan berteraskan nafsu semata-mata.

Dan apabila mereka ingin jadikan seseorang wanita itu isteri, pasti mereka dekati dengan cara yang baik, sebagaimana agama Islam telah gariskan.

Kata-kata manis mudah dilontarkan, namun tingkah laku sukar dilakukan.
Andai seseorang itu menyukai aku, pasti dia usahakan agar aku dijadikan isterinya, bukan sekedar menabur janji-janji manis tak berkesudahan.

Masih belum terlambat selagi nyawa dikandung badan.Selagi matahari terbit di sebelah Timur.
Dan yang paling utama, Allah itu Maha Pengampun. Pasti Dia akan rencanakan hidup yang lebih bahagia dan tenang selepas ini. Yakinilah pada Dia.

Sama-samalah kita berdoa agar kita semua berada di bawah lindunganNya dan diberi hidayah agar diri ini tiada lagi hanyut.

Sumber http://www.aishaardini.com/2011/05/bicara-hati-seorang-wanita.html

Nilai prestasi amal ibadah & kewajipan diri

Nilai prestasi amal ibadah & kewajipan diri

Bismillah

Solat  Bagaimana dengan solat kita? Adakah di awal waktu atau sebaliknya? Adakah khusyuk ataupun minda dipenuhi dengan perkara-perkara duniawi?

Salah satu cara untuk menilai prestasi ibadah kita ialah dengan mencatat waktu kita solat pada setiap hari. Dengan itu, kita akan dapat menilai adakah kita solat di awal waktu ataupun melengah-lengahkannya. Catatan itu sekaligus akan menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa solat di awal waktu.

Membaca Al-Quran  Apakah kita sekadar membacanya tanpa mengetahui erti bicara yang kita lafazkan? Ambillah sedikit masa untuk menghayati maksud surah yang dibaca sekaligus mengamalkannya -Ilmu & Amal.

Peruntukkan sekurang-kurang 10minit sehari daripada 24jam yg kita miliki itu untuk menghayati tafsiran kalamullah. Hayati dengan sepenuh hati & jiwa; biarkan ia mengalir dan menyentuh kalbumu, agar bersih akhirnya hatimu itu.


Tahajud/Qiamulail  Korbankan sedikit masa dari waktu tidurmu itu untuk menghadap Ilahi dalam kesunyian malam sepi. Waktu ini, gunakanlah sebaiknya untuk meluahkan segala apa yg terbenak di hatimu, memperbanyakkan ingatanmu pada Allah agar bertambah perasaan cintamu padaNya.

Aurat  Perhatikan apa yang disarung melitupi badanmu pada setiap kali dirimu menghadapi dunia dan isinya. Aurat wanita dgn bukan mahram adalah keseluruhan badan kecuali wajah dan tapak tangan.

Biarlah tidak diterima oleh masyarakat dan diberi stigma terlalu menutupi daripada dirimu itu dimurkai Allah. Bukankah redha Allah itu lebih utama?


Sumber http://www.aishaardini.com/2012/02/artikel-motivasi-menjadi-muslimah-yang.html

Jumat, 04 Januari 2013

Mau Dapat Suami Shalih? Hindari Busana Seksi!!

 

Mau Dapat Suami Shalih? Hindari Busana Seksi!!

Berbusana seksi ditempat umum, telah menjadi bagian dari gaya hidup wanita zaman sekarang. Berbagai motif menjadi alasan wanita golongan penjaja aurat. Ada yang berkesimpulan bahwa berbusana seksi ditempat umum merupakan kebanggaan, ada yang beralasan mengikuti tren, ada juga yang beranggapan bahwa berbusana seksi merupakan cara ampuh untuk memikat calon pasangan.
Penulis merasa prihatin dengan stigma sesat seperti ini, bahwa busana seksi adalah jurus jitu untuk mendekatkan jodoh, atau memikat calon suami ideal. Sungguh dangkal wanita yang menilai tubuh seksi sebagai aset mahal untuk memikat laki-laki. Dari kebanyakan fakta yang ada, busana seksi hanya dapat memikat kaum Adam berhidung belang, atau minimal lelaki ‘Kurim’ atau kurang iman. Salah besar jika beranggapan jodoh ideal atau berakhlak baik akan datang jika wanita rajin pamer aurat di jalanan.
...Busana seksi hanya memikat pria kurang iman dan berhidung belang...
Contoh sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan masyarakat dari perilaku busana seksi adalah pelecehan demi pelecehan yang harus rela ditanggung oleh wanita. Wanita dikatakan baik dan dapat dijadikan harapan menjadi istri shalihah dan ibu yang baik bagi seorang anak apabila ia mempunyai sifat malu. Jika malu sudah tidak lagi menjadi karakternya, dalam artian ia rajin pamer aurat, maka bisa dipastikan bahwa ia wanita yang dangkal pemahaman agamanya, dan sedikit sekali pengertiannya terhadap tanggung  jawab pada akhirat.
...ketakwaan dan pakaian syar’i memudahkan Muslimah mendapat pasangan shalih terbaik...
Sekali lagi, salah besar jika berpikir bahwa busana seksi adalah alat yang jitu untuk menarik calon suami yang baik. Jika ingin suami yang baik, wanita sangat urgen untuk memperbaiki kualitas dirinya, mempertebal keimanan, memperkuat kewajibannya sebagai muslimah, menjaga akhlak dan menjaga hijabnya, atau menutup auratnya. Jadikan ketakwaan dan pakaian syar’i untuk menambah matangnya kepribadian, dengan cara seperti ini, Allah akan memudahkanmu mendapat pasangan shalih terbaik menurut-Nya.
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…’’ (Qs An-Nur 26). 


Sumber voa-islam.com

Kamis, 03 Januari 2013

Aku, Produk Ayah Dan Ibuku


  

Aku, Produk Ayah Dan Ibuku

Bismillah

Aku adalah seorang anak, dan akulah plagiat sejati
Dari apapun yang dicontohkan orang tuaku.
Memori yang aku rekam, aku dengar dan aku saksikan tidak akan dengan mudah terhapus.
Dan inilah aku kini...
Produk didikan orang tuaku dulu, dan yang akan aku wariskan kepada anak cucuku nanti.

Aku adalah pribadi yang keras.
Karena aku belajar dari orang tuaku yang tak pernah mau mengalah.
Atau paling tidak memberi sedikit ruang untuk sebuah pengertian.
Yang aku dengar hanya celaan dan bentakan.
Saat keinginan mereka tidak terpenuhi.
Bagiku, tak ada itu istilah mengabdi.
Yang ada bahwa aku haruslah selalu yang terlayani.
Aku kini menjadi pemarah. Aku belajar dari ayah dan ibuku yang pemarah.
Suara mereka lantang saat marah, berharap bisa mengalahkan orang yang mereka benci.
Akupun akhirnya tahu kalau teriakan adalah pelampiasan yang paling bagus saat kita emosi.
Saat mereka marah, mereka memaki. Lalu akupun tahu bahwa ketika marah kita harus memaki.
Tak perduli sopan atau tidak, tapi itulah yang aku ketahui.

Aku kini seorang penakut.
Aku belajar dari ayah ibuku yang selalu ragu dan berkecil hati.
Aku takut mengambil resiko, karena yang aku tahu resiko itu dapat membunuhku.
Akupun jadi pribadi peragu, karena aku tak pernah tahu bagaimana harus mengambil keputusan.
Yang aku mengerti selama ini aku hidup dalam perintah orang tuaku tentang boleh dan tidaknya yang aku lakukan.
Kini aku telah tumbuh dewasa.

Dan, aku juga orang yang ambisius.
Aku terbiasa melihat orang tuaku menghalalkan segala cara demi mendapat yang mereka mau.
Mereka bilang akupun harus begitu.
Jika aku tak mau "memakan",
maka akulah yang akan "dimakan".
Kata mereka itu sama sekali bukan sebuah kesalahan.

Akupun jadi seorang pemaksa.
Aku belajar dari orang tuaku yang selalu memaksakan apapun keinginan Mereka kepadaku.
Mereka selalu bilang, "aku harus selalu menurut".
Bahkan dalam hal yang aku tak suka.
Tak ada komunikasi di rumah kami.
Yang ada, keputusan ayah dan ibu adalah yang paling mutlak yang harus dipatuhi.

Aku adalah pribadi yang sangat tak percaya diri.
Dalam rumah kami, sama sekali tak ada pujian.
Yang ada adalah selalu hadirnya berbagai kesalahan.
Terhadap apapun yang aku lakukan.
Dan baik dan burukku tetap harus selalu jadi gunjingan.
Aku bahkan sampai tak tahu apakah iya aku masih punya kelebihan?

Aku sangat mudah berpikir negatif, selalu dan selalu.
Karena aku belajar dari orang tua yang mudah mengumbar keluhan.
Gampang atau susah, mereka selalu mengeluhkan keadaan.
Dan kini, inilah aku yang tidak bisa mengambil poin positif terhadap apapun yang datang kepadaku.

Orang juga bilang kalau aku egois.
Karena aku tak pernah belajar untuk berbagi.
Setahu aku, milikku hanyalah milikku.
Dan orang lain harus berjuang sendiri.
Ketika mereka ingin juga memiliki hal itu.
Begitulah yang aku pelajari dari orang tuaku.

Kini, aku telah dewasa.
Telah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Tapi aku tetaplah seorang anak, dan akulah plagiat sejati.
Dari apapun yang dicontohkan orang tuaku.
Memori yang aku rekam, aku dengar dan aku saksikan tidak akan dengan mudah terhapus.
Dan kini... inilah aku,
Produk didikan orang tuaku dulu, dan yang akan aku wariskan kepada anak cucuku nanti.


(Syahidah/voa-islam.com)

UNTUKMU WAHAI UKHTY


UNTUKMU WAHAI UKHTY

Bismillah

Kecantikannya dapat menyalakan dunia ini. Dia ibarat sepotong surga yang menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Namun jika kecantikan ini terserak, maka akan menjadi hidangan yang ternikmat bagi nafsu jalang manusia. Kecantikan itu yang akan membawanya menduduki level yang pantas baginya, entah yang paling terhormat, ataupun yang paling terhina. Sampaikanlah kepada Wanita... Godaan dan rayuannya, dapat melayangkan dan melenakan siapapun menuju sebuah dunia yang tidak lagi dikenali manusia. Adakah di dunia ini racun yang lebih hebat selain yang timbul dari fitnah seorang wanita? Atau adakah madu yang lebih manis selain yang hadir dalam keindahan wanita? Sampaikanlah kepada Wanita... keteduhannya dapat menenangkan dalam dahsyatnya hati yang bergolak. Dia adalah cerminan dari sebuah kebijaksanaan, yang bahkan lebih dalam dari pada kewibawaan seorang laki- laki. Keteduhan itu bisa hadir dari kesabarannya. Jika wanita bisa bersabar menghadapi dirinya sendiri dan semua cobaan yang datang kepadanya, maka dunia ini akan tetap baik- baik saja. Keteduhan itu bisa hadir dalam lisannya. Lisan mereka adalah ibarat pisau bermata dua, dia bisa jadi penegak atau penghancur suaminya. Semua tergantung kepada pilihan yang berakar dari kebijakan hatinya sendiri. Keteduhan juga dapat hadir dalam semangatnya. Semangat wanita adalah penguat. Walaupun dengan kelemahan fisik, namun keteguhan jiwa wanita dapat mengubah dunia dari kegelapan menjadi penuh cahaya, meleburkan keputusasaan menjadi niat yang tangguh, bahkan mampu untuk memindahkan gunung sekalipun. Keteduhan juga hadir pula dalam kelembutannya. Lembutnya wanita adalah refleksi dari keagungan dan kasih sayang Allah, yang muncul di dunia. Ya, dimana lagi tempat berteduh yang lebih hangat di dunia ini, selain dalam dekapan ibu? Keteduhan itu hadir dalam ketaatannya. Taatnya dia kepada Allah, mengantarkannya menuju tempat yang indah, namun akan sangat masih asing bagi mata manusia, yaitu surga. Taatnya kepada sang suami akan menjauhkan cacat harga diri seorang laki- laki, dan menjadikan wanita sebuah simpanan yang terbaik, bahkan dari yang pernah ada. Sampaikanlah kepada wanita... Namun, dia bisa saja menjadi pemusnah kebahagiaan yang tidak akan lekang oleh waktu. Kesedihan itu akan hadir dalam setiap tuntutannya yang jauh dari kata pantas. Dunia akan diliputi oleh rasa repot jika seorang wanita sudah tidak mengerti arti sebuah rasa syukur atas dunia. Kehancuran itu hadir dalam pembangkangannya. Jika seorang wanita telah menjadi budak dari nafsunya sendiri, dan merasa pantas untuk menjadi yang paling berakal dari yang lainnya, maka lihatlah bahwa sebenarnya perasaan yang sudah meliputi dirinya tersebut, akan mengombang- ambingkan dalam sebuah ukuran yang tidak pasti dan berakhir dalam kebingungannya sendiri. Sampaikanlah kepada wanita, keindahan itu adalah tentang hati, jiwa dan pikirannya yang selalu dekat hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sampaikanlah kepada wanita, bahwa dia adalah indah, bahkan terlalu indah untuk mereka sia- siakan sendiri. Sampaikanlah kepada wanita, bahwa dirinya lah sendiri, penyambung ataupun pemutus semua keindahan itu.

Sumber Syahidah/voa-islam.com